Pengertian Master Data Governance
Master Data Governance adalah kerangka peran, aturan, standar, dan kontrol yang mengatur bagaimana master data dibuat, digunakan, dipantau, dan dipertanggungjawabkan. Penggunaan Master Data Governance sebaiknya dimulai dari masalah yang jelas. Bagi analis, tim produk, pemasaran, dan manajemen, istilah ini berguna untuk membedakan tujuan, proses, indikator, dan risiko dalam pengumpulan, transformasi, analisis, visualisasi, dan tata kelola data.
Penerapannya perlu diuji terhadap event, metric dan dimension. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui data completeness, accuracy dan freshness. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.
Cara Kerja Master Data Governance
- Untuk Master Data Governance, tentukan tujuan dan ruang lingkup master data sebelum memilih tool atau metode.
- Siapkan input yang relevan seperti event, metric, dan data pendukung lainnya.
- Jalankan proses dengan kriteria keberhasilan dan penanggung jawab yang jelas.
- Review hasil melalui data completeness, accuracy, lalu dokumentasikan perbaikannya.
Manfaat dan Kegunaan
- Menghubungkan pekerjaan teknis atau operasional dengan hasil yang dapat dipahami oleh pemilik bisnis.
- Membuat definisi dan ruang lingkup Master Data Governance lebih konsisten ketika digunakan oleh beberapa tim.
- Membuat hasil Master Data Governance dapat ditinjau bersama indikator seperti data completeness, accuracy, dan freshness.
- Mengurangi pekerjaan ulang akibat keputusan yang tidak terdokumentasi atau definisi yang berbeda.
Penerapan dalam Bisnis
Konteks yang umum untuk Master Data Governance adalah saat master data digunakan oleh banyak orang atau sistem sehingga aturan, kepemilikan, akses, dan standar perlu disepakati. Tetapkan owner, policy, standar, akses, dan proses review agar penggunaan tidak berkembang tanpa kontrol. Hasilnya dapat ditinjau melalui policy compliance dan ownership coverage.
Contoh Master Data Governance
Contohnya, master data digunakan oleh banyak orang atau sistem sehingga aturan, kepemilikan, akses, dan standar perlu disepakati. Tim mendokumentasikan kondisi awal dalam review log, menerapkan Master Data Governance pada ruang lingkup terbatas, lalu membandingkan ownership coverage dengan review completion. Hasil dan alasan perubahan dicatat pada exception register sebelum pendekatan diperluas.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Menerapkan Master Data Governance tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
- Menerapkan aturan yang sama ke seluruh kasus meskipun konteks, audiens, atau batasannya berbeda.
- Menggunakan data yang periodenya, definisinya, atau sumbernya berbeda lalu membandingkannya seolah setara.
- Mengejar satu metrik sambil mengabaikan kualitas, biaya, pengalaman pengguna, atau risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Master Data Governance?
Master Data Governance adalah kerangka peran, aturan, standar, dan kontrol yang mengatur bagaimana master data dibuat, digunakan, dipantau, dan dipertanggungjawabkan.
Apakah Master Data Governance harus menggunakan tool tertentu?
Tidak selalu. Tool hanya membantu implementasi. Hal yang lebih penting adalah definisi, data, proses, kepemilikan, dan kriteria keberhasilan yang sesuai dengan kebutuhan.
Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan Master Data Governance?
Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup event, metric, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

