Pengertian System Usability Scale
System Usability Scale adalah metode, artefak, atau konsep UI/UX yang membantu tim memahami kebutuhan pengguna, menyusun alur, merancang antarmuka, atau mengevaluasi kemudahan penggunaan. Pada implementasi sehari-hari, System Usability Scale menjadi relevan karena keputusan dalam riset pengguna, alur tugas, desain antarmuka, aksesibilitas, dan usability sering melibatkan beberapa data, kanal, atau komponen sekaligus.
Kualitas penerapan sangat bergantung pada kejelasan data, tanggung jawab, dan batasan. user needs, task flow dan prototype perlu divalidasi, sedangkan task completion, time on task dan error rate dipakai untuk membedakan perbaikan nyata dari fluktuasi biasa.
Cara Kerja System Usability Scale
- Untuk System Usability Scale, tentukan konteks penggunaan System Usability Scale dan keputusan apa yang perlu dibantu oleh istilah ini.
- Identifikasi komponen yang terlibat, misalnya user needs, task flow, dan wireframe.
- Terapkan pada ruang lingkup yang jelas dan dokumentasikan asumsi agar tim memakai definisi yang sama.
- Evaluasi dampaknya menggunakan indikator seperti task completion dan time on task.
Manfaat dan Kegunaan
- Membantu memisahkan masalah data, proses, teknologi, dan keputusan sehingga perbaikannya lebih tepat sasaran.
- Memudahkan evaluasi karena perubahan dapat dibandingkan terhadap baseline dan indikator yang disepakati.
- Membuat hasil System Usability Scale dapat ditinjau bersama indikator seperti task completion, time on task, dan error rate.
- Membuat eksperimen dan perbaikan berikutnya lebih cepat karena pembelajaran sebelumnya terdokumentasi.
Penerapan dalam Bisnis
System Usability Scale berguna ketika fitur baru terlihat menarik tetapi pengguna sulit menemukan cara menggunakannya. Gunakan prototype untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui task completion dan time on task.
Contoh System Usability Scale
Sebagai contoh praktis, website perlu dapat digunakan dengan keyboard dan screen reader. Tim menguji System Usability Scale dengan data atau skenario representatif, mencatat temuan pada design system, lalu memverifikasi apakah SUS membaik tanpa merusak conversion rate. Pembelajaran akhirnya dimasukkan ke journey map.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Menerapkan System Usability Scale tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
- Tidak menyimpan log, baseline, atau catatan perubahan sehingga masalah yang sama sulit ditelusuri.
- Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.
- Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu System Usability Scale?
System Usability Scale adalah metode, artefak, atau konsep UI/UX yang membantu tim memahami kebutuhan pengguna, menyusun alur, merancang antarmuka, atau mengevaluasi kemudahan penggunaan.
Bagaimana cara mengevaluasi System Usability Scale?
Evaluasi System Usability Scale dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tindakan. Gunakan task completion, time on task, dan satu indikator kualitas agar hasil tidak dinilai dari satu metrik saja.
Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan System Usability Scale?
Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup user needs, task flow, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

