Pengertian Product Rating Strategy
Product Rating Strategy adalah rencana terarah untuk mengelola product rating dengan tujuan, prioritas, sumber daya, audiens, dan indikator keberhasilan yang jelas. Penggunaan Product Rating Strategy sebaiknya dimulai dari masalah yang jelas. Bagi tim e-commerce, merchandising, marketing, dan operasional, istilah ini berguna untuk membedakan tujuan, proses, indikator, dan risiko dalam katalog produk, stok, promosi, checkout, pembayaran, dan pengalaman belanja.
Penerapannya perlu diuji terhadap product data, price dan stock. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui conversion rate, cart abandonment dan AOV. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.
Cara Kerja Product Rating Strategy
- Untuk Product Rating Strategy, hubungkan product rating dengan satu atau dua tujuan bisnis yang spesifik agar prioritas tidak melebar.
- Petakan audiens, data, kanal, aset, atau batasan yang tersedia dalam katalog produk, stok, promosi, checkout, pembayaran, dan pengalaman belanja.
- Pilih beberapa tindakan utama dan jelaskan mengapa tindakan tersebut didahulukan dibanding alternatif lain.
- Tetapkan indikator seperti conversion rate dan cart abandonment untuk review berkala.
Manfaat dan Kegunaan
- Memberi dasar yang lebih jelas untuk menentukan prioritas berdasarkan dampak, bukan asumsi.
- Mengurangi pekerjaan ulang akibat keputusan yang tidak terdokumentasi atau definisi yang berbeda.
- Membuat hasil Product Rating Strategy dapat ditinjau bersama indikator seperti conversion rate, cart abandonment, dan AOV.
- Membuat definisi dan ruang lingkup Product Rating Strategy lebih konsisten ketika digunakan oleh beberapa tim.
Penerapan dalam Bisnis
Product Rating Strategy berguna ketika pelanggan sering gagal membayar atau bingung memilih metode pengiriman. Gunakan inventory report untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui conversion rate dan cart abandonment.
Contoh Product Rating Strategy
Misalnya, data produk harus konsisten antara website, marketplace, dan feed iklan. Tim terlebih dahulu menetapkan baseline dan kriteria sukses, kemudian menggunakan Product Rating Strategy untuk satu bagian proses. Setelah data cukup, mereka meninjau AOV serta repeat purchase dan memasukkan keputusan lanjutan ke product catalog.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Menerapkan Product Rating Strategy tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
- Tidak menyimpan log, baseline, atau catatan perubahan sehingga masalah yang sama sulit ditelusuri.
- Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.
- Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Product Rating Strategy?
Product Rating Strategy adalah rencana terarah untuk mengelola product rating dengan tujuan, prioritas, sumber daya, audiens, dan indikator keberhasilan yang jelas.
Apakah Product Rating Strategy harus menggunakan tool tertentu?
Tidak selalu. Tool hanya membantu implementasi. Hal yang lebih penting adalah definisi, data, proses, kepemilikan, dan kriteria keberhasilan yang sesuai dengan kebutuhan.
Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan Product Rating Strategy?
Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup product data, price, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

