Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu NoSQL Database?

NoSQL Database adalah konsep rekayasa software yang berkaitan dengan struktur data, pemrograman, arsitektur, pengujian, deployment, atau operasi sistem untuk membangun aplikasi yang dapat dipelihara.

Pengertian NoSQL Database

NoSQL Database adalah konsep rekayasa software yang berkaitan dengan struktur data, pemrograman, arsitektur, pengujian, deployment, atau operasi sistem untuk membangun aplikasi yang dapat dipelihara. Nilai utamanya terlihat saat software engineer, architect, QA, DevOps, dan product team harus menghubungkan kebutuhan nyata dengan rekayasa perangkat lunak, arsitektur, testing, deployment, dan operasi, data yang tersedia, serta batasan operasional.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas requirement, code dan dependency. Evaluasi tidak cukup berhenti pada satu angka; lead time, deployment frequency dan defect rate perlu dibaca bersama konteks perubahan dan dampaknya terhadap pengguna atau bisnis.

Cara Kerja NoSQL Database

  1. Untuk NoSQL Database, tentukan konteks penggunaan NoSQL Database dan keputusan apa yang perlu dibantu oleh istilah ini.
  2. Identifikasi komponen yang terlibat, misalnya requirement, code, dan source code.
  3. Terapkan pada ruang lingkup yang jelas dan dokumentasikan asumsi agar tim memakai definisi yang sama.
  4. Evaluasi dampaknya menggunakan indikator seperti lead time dan deployment frequency.

Manfaat dan Kegunaan

  • Membuat eksperimen dan perbaikan berikutnya lebih cepat karena pembelajaran sebelumnya terdokumentasi.
  • Membantu memisahkan masalah data, proses, teknologi, dan keputusan sehingga perbaikannya lebih tepat sasaran.
  • Membuat hasil NoSQL Database dapat ditinjau bersama indikator seperti lead time, deployment frequency, dan defect rate.
  • Membantu mendeteksi risiko lebih awal sebelum berdampak pada pengguna, biaya, atau stabilitas proses.

Penerapan dalam Bisnis

Salah satu konteks praktis NoSQL Database adalah saat aplikasi tumbuh besar dan batas antar modul mulai sulit dipahami. Gunakan source code untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui lead time dan deployment frequency.

Contoh NoSQL Database

Misalnya, tim ingin merilis fitur lebih cepat tanpa meningkatkan jumlah bug produksi. Tim terlebih dahulu menetapkan baseline dan kriteria sukses, kemudian menggunakan NoSQL Database untuk satu bagian proses. Setelah data cukup, mereka meninjau lead time serta latency dan memasukkan keputusan lanjutan ke source code.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan NoSQL Database tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Menggunakan data yang periodenya, definisinya, atau sumbernya berbeda lalu membandingkannya seolah setara.
  • Mengejar satu metrik sambil mengabaikan kualitas, biaya, pengalaman pengguna, atau risiko.
  • Tidak menyimpan log, baseline, atau catatan perubahan sehingga masalah yang sama sulit ditelusuri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu NoSQL Database?

NoSQL Database adalah konsep rekayasa software yang berkaitan dengan struktur data, pemrograman, arsitektur, pengujian, deployment, atau operasi sistem untuk membangun aplikasi yang dapat dipelihara.

Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan NoSQL Database?

Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup requirement, code, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

Apakah NoSQL Database harus menggunakan tool tertentu?

Tidak selalu. Tool hanya membantu implementasi. Hal yang lebih penting adalah definisi, data, proses, kepemilikan, dan kriteria keberhasilan yang sesuai dengan kebutuhan.