Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu Google Analytics?

Google Analytics adalah proses menelaah data dan konteks google untuk menemukan pola, penyebab, peluang, dan keputusan yang dapat ditindaklanjuti.

Pengertian Google Analytics

Google Analytics adalah proses menelaah data dan konteks google untuk menemukan pola, penyebab, peluang, dan keputusan yang dapat ditindaklanjuti. Nilai utamanya terlihat saat analis, tim produk, pemasaran, dan manajemen harus menghubungkan kebutuhan nyata dengan pengumpulan, transformasi, analisis, visualisasi, dan tata kelola data, data yang tersedia, serta batasan operasional.

Penerapannya perlu diuji terhadap event, metric dan dimension. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui data completeness, accuracy dan freshness. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.

Cara Kerja Google Analytics

  1. Untuk Google Analytics, mulai dari pertanyaan yang ingin dijawab tentang google; hindari membuka data tanpa hipotesis atau tujuan.
  2. Samakan periode, definisi, dan sumber seperti event serta metric.
  3. Bandingkan segmen, tren, baseline, dan faktor yang mungkin memengaruhi hasil.
  4. Terjemahkan temuan menjadi keputusan, eksperimen, atau pemeriksaan lanjutan yang dapat diverifikasi.

Manfaat dan Kegunaan

  • Membantu memisahkan masalah data, proses, teknologi, dan keputusan sehingga perbaikannya lebih tepat sasaran.
  • Memudahkan evaluasi karena perubahan dapat dibandingkan terhadap baseline dan indikator yang disepakati.
  • Membuat hasil Google Analytics dapat ditinjau bersama indikator seperti data completeness, accuracy, dan freshness.
  • Membuat eksperimen dan perbaikan berikutnya lebih cepat karena pembelajaran sebelumnya terdokumentasi.

Penerapan dalam Bisnis

Google Analytics menjadi penting ketika tim perlu memahami pola, penyebab, atau perbedaan hasil pada google sebelum menentukan tindakan. Batasi pertanyaan analisis, samakan periode dan definisi data, lalu ubah temuan menjadi keputusan atau eksperimen yang dapat diverifikasi. Hasilnya dapat ditinjau melalui data completeness dan confidence of findings.

Contoh Google Analytics

Sebagai contoh praktis, tim perlu memahami pola, penyebab, atau perbedaan hasil pada google sebelum menentukan tindakan. Tim menguji Google Analytics dengan data atau skenario representatif, mencatat temuan pada analysis report, lalu memverifikasi apakah confidence of findings membaik tanpa merusak decision impact. Pembelajaran akhirnya dimasukkan ke comparison table.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan Google Analytics tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Memilih kesimpulan yang menarik tetapi tidak memeriksa kualitas data, sample, periode, atau faktor pembanding.
  • Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.
  • Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Google Analytics?

Google Analytics adalah proses menelaah data dan konteks google untuk menemukan pola, penyebab, peluang, dan keputusan yang dapat ditindaklanjuti.

Apa kesalahan umum saat menggunakan Google Analytics?

Kesalahan yang sering terjadi adalah menerapkan Google Analytics tanpa tujuan dan baseline, mencampur data yang tidak sebanding, serta mengubah terlalu banyak faktor sekaligus.

Apakah Google Analytics harus menggunakan tool tertentu?

Tidak selalu. Tool hanya membantu implementasi. Hal yang lebih penting adalah definisi, data, proses, kepemilikan, dan kriteria keberhasilan yang sesuai dengan kebutuhan.