Pengertian Epic
Epic adalah konsep rekayasa software yang berkaitan dengan struktur data, pemrograman, arsitektur, pengujian, deployment, atau operasi sistem untuk membangun aplikasi yang dapat dipelihara. Pada implementasi sehari-hari, Epic menjadi relevan karena keputusan dalam rekayasa perangkat lunak, arsitektur, testing, deployment, dan operasi sering melibatkan beberapa data, kanal, atau komponen sekaligus.
Penerapannya perlu diuji terhadap requirement, code dan dependency. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui lead time, deployment frequency dan defect rate. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.
Cara Kerja Epic
- Untuk Epic, tentukan konteks penggunaan Epic dan keputusan apa yang perlu dibantu oleh istilah ini.
- Identifikasi komponen yang terlibat, misalnya requirement, code, dan source code.
- Terapkan pada ruang lingkup yang jelas dan dokumentasikan asumsi agar tim memakai definisi yang sama.
- Evaluasi dampaknya menggunakan indikator seperti lead time dan deployment frequency.
Manfaat dan Kegunaan
- Membantu mendeteksi risiko lebih awal sebelum berdampak pada pengguna, biaya, atau stabilitas proses.
- Membuat eksperimen dan perbaikan berikutnya lebih cepat karena pembelajaran sebelumnya terdokumentasi.
- Membuat hasil Epic dapat ditinjau bersama indikator seperti lead time, deployment frequency, dan defect rate.
- Memudahkan evaluasi karena perubahan dapat dibandingkan terhadap baseline dan indikator yang disepakati.
Penerapan dalam Bisnis
Epic berguna ketika tim perlu memilih trade-off antara performa, kompleksitas, biaya, dan maintainability. Gunakan runbook untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui lead time dan deployment frequency.
Contoh Epic
Contohnya, insiden produksi sulit dianalisis karena log dan observability tidak memadai. Tim mendokumentasikan kondisi awal dalam test suite, menerapkan Epic pada ruang lingkup terbatas, lalu membandingkan lead time dengan defect rate. Hasil dan alasan perubahan dicatat pada architecture diagram sebelum pendekatan diperluas.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Menerapkan Epic tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
- Memulai dari tool atau fitur sebelum menjelaskan masalah dan hasil yang ingin dicapai.
- Menganggap korelasi sebagai penyebab tanpa melakukan verifikasi atau pengujian tambahan.
- Menerapkan aturan yang sama ke seluruh kasus meskipun konteks, audiens, atau batasannya berbeda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Epic?
Epic adalah konsep rekayasa software yang berkaitan dengan struktur data, pemrograman, arsitektur, pengujian, deployment, atau operasi sistem untuk membangun aplikasi yang dapat dipelihara.
Apa kesalahan umum saat menggunakan Epic?
Kesalahan yang sering terjadi adalah menerapkan Epic tanpa tujuan dan baseline, mencampur data yang tidak sebanding, serta mengubah terlalu banyak faktor sekaligus.
Apakah Epic harus menggunakan tool tertentu?
Tidak selalu. Tool hanya membantu implementasi. Hal yang lebih penting adalah definisi, data, proses, kepemilikan, dan kriteria keberhasilan yang sesuai dengan kebutuhan.

