Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu Data Catalog Compliance?

Data Catalog Compliance adalah praktik memastikan data catalog memenuhi kebijakan internal, standar teknis, kontrak, atau regulasi yang berlaku.

Pengertian Data Catalog Compliance

Data Catalog Compliance adalah praktik memastikan data catalog memenuhi kebijakan internal, standar teknis, kontrak, atau regulasi yang berlaku. Secara operasional, Data Catalog Compliance membantu memberi struktur pada pekerjaan yang berhubungan dengan pengumpulan, transformasi, analisis, visualisasi, dan tata kelola data, terutama ketika hasil harus dapat diukur dan diulang.

Kualitas penerapan sangat bergantung pada kejelasan data, tanggung jawab, dan batasan. event, metric dan dimension perlu divalidasi, sedangkan data completeness, accuracy dan freshness dipakai untuk membedakan perbaikan nyata dari fluktuasi biasa.

Cara Kerja Data Catalog Compliance

  1. Untuk Data Catalog Compliance, tentukan tujuan dan ruang lingkup data catalog sebelum memilih tool atau metode.
  2. Siapkan input yang relevan seperti event, metric, dan data pendukung lainnya.
  3. Jalankan proses dengan kriteria keberhasilan dan penanggung jawab yang jelas.
  4. Review hasil melalui data completeness, accuracy, lalu dokumentasikan perbaikannya.

Manfaat dan Kegunaan

  • Menghubungkan pekerjaan teknis atau operasional dengan hasil yang dapat dipahami oleh pemilik bisnis.
  • Membuat definisi dan ruang lingkup Data Catalog Compliance lebih konsisten ketika digunakan oleh beberapa tim.
  • Membuat hasil Data Catalog Compliance dapat ditinjau bersama indikator seperti data completeness, accuracy, dan freshness.
  • Mengurangi pekerjaan ulang akibat keputusan yang tidak terdokumentasi atau definisi yang berbeda.

Penerapan dalam Bisnis

Tim biasanya membutuhkan Data Catalog Compliance ketika angka penjualan berbeda antara dashboard pemasaran dan laporan operasional. Gunakan dashboard untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui data completeness dan accuracy.

Contoh Data Catalog Compliance

Misalnya, dashboard menampilkan banyak angka tetapi pengguna tidak tahu tindakan apa yang perlu diambil. Tim terlebih dahulu menetapkan baseline dan kriteria sukses, kemudian menggunakan Data Catalog Compliance untuk satu bagian proses. Setelah data cukup, mereka meninjau query performance serta decision impact dan memasukkan keputusan lanjutan ke data model.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan Data Catalog Compliance tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.
  • Memulai dari tool atau fitur sebelum menjelaskan masalah dan hasil yang ingin dicapai.
  • Menganggap korelasi sebagai penyebab tanpa melakukan verifikasi atau pengujian tambahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Data Catalog Compliance?

Data Catalog Compliance adalah praktik memastikan data catalog memenuhi kebijakan internal, standar teknis, kontrak, atau regulasi yang berlaku.

Kapan Data Catalog Compliance perlu diprioritaskan?

Data Catalog Compliance layak diprioritaskan ketika masalah sudah berdampak pada hasil, menimbulkan pekerjaan ulang, atau membuat tim sulit membedakan kondisi normal dengan anomali. Prioritas sebaiknya ditentukan dari dampak dan bukti, bukan tren.

Bagaimana cara mengevaluasi Data Catalog Compliance?

Evaluasi Data Catalog Compliance dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tindakan. Gunakan data completeness, accuracy, dan satu indikator kualitas agar hasil tidak dinilai dari satu metrik saja.