Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu API Best Practices?

API Best Practices adalah kumpulan prinsip dan cara kerja yang lazim digunakan untuk menerapkan api secara aman, konsisten, dan efektif.

Pengertian API Best Practices

API Best Practices adalah kumpulan prinsip dan cara kerja yang lazim digunakan untuk menerapkan api secara aman, konsisten, dan efektif. Secara operasional, API Best Practices membantu memberi struktur pada pekerjaan yang berhubungan dengan arsitektur web, frontend, backend, browser, API, dan performa, terutama ketika hasil harus dapat diukur dan diulang.

Penerapannya perlu diuji terhadap requirement, kode dan aset. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui Core Web Vitals, response time dan error rate. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.

Cara Kerja API Best Practices

  1. Untuk API Best Practices, tentukan tujuan dan ruang lingkup api sebelum memilih tool atau metode.
  2. Siapkan input yang relevan seperti requirement, kode, dan data pendukung lainnya.
  3. Jalankan proses dengan kriteria keberhasilan dan penanggung jawab yang jelas.
  4. Review hasil melalui Core Web Vitals, response time, lalu dokumentasikan perbaikannya.

Manfaat dan Kegunaan

  • Membuat definisi dan ruang lingkup API Best Practices lebih konsisten ketika digunakan oleh beberapa tim.
  • Memberi dasar yang lebih jelas untuk menentukan prioritas berdasarkan dampak, bukan asumsi.
  • Membuat hasil API Best Practices dapat ditinjau bersama indikator seperti Core Web Vitals, response time, dan error rate.
  • Menghubungkan pekerjaan teknis atau operasional dengan hasil yang dapat dipahami oleh pemilik bisnis.

Penerapan dalam Bisnis

Tim biasanya membutuhkan API Best Practices ketika fitur web bekerja di desktop tetapi bermasalah pada browser atau ukuran layar tertentu. Gunakan API contract untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui Core Web Vitals dan response time.

Contoh API Best Practices

Contohnya, bisnis ingin menambah fitur baru tanpa mengganggu fungsi website yang sudah berjalan. Tim mendokumentasikan kondisi awal dalam component library, menerapkan API Best Practices pada ruang lingkup terbatas, lalu membandingkan error rate dengan Core Web Vitals. Hasil dan alasan perubahan dicatat pada API contract sebelum pendekatan diperluas.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan API Best Practices tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Tidak menyimpan log, baseline, atau catatan perubahan sehingga masalah yang sama sulit ditelusuri.
  • Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.
  • Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu API Best Practices?

API Best Practices adalah kumpulan prinsip dan cara kerja yang lazim digunakan untuk menerapkan api secara aman, konsisten, dan efektif.

Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan API Best Practices?

Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup requirement, kode, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

Apa kesalahan umum saat menggunakan API Best Practices?

Kesalahan yang sering terjadi adalah menerapkan API Best Practices tanpa tujuan dan baseline, mencampur data yang tidak sebanding, serta mengubah terlalu banyak faktor sekaligus.