Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu Agentic Workflow?

Agentic Workflow adalah urutan langkah, aturan, data, dan tanggung jawab yang digunakan untuk menjalankan agentic secara konsisten dari pemicu hingga hasil akhir.

Pengertian Agentic Workflow

Agentic Workflow adalah urutan langkah, aturan, data, dan tanggung jawab yang digunakan untuk menjalankan agentic secara konsisten dari pemicu hingga hasil akhir. Penggunaan Agentic Workflow sebaiknya dimulai dari masalah yang jelas. Bagi tim produk, data, AI, dan operasional, istilah ini berguna untuk membedakan tujuan, proses, indikator, dan risiko dalam model AI, data, prompt, evaluasi, dan otomasi berbasis kecerdasan buatan.

Penerapannya perlu diuji terhadap dataset, prompt dan model. Hasilnya kemudian dapat dinilai melalui accuracy, relevance dan hallucination rate. Jika definisi, data, dan ruang lingkup tidak konsisten, tim mudah mengambil kesimpulan yang terlihat benar tetapi tidak relevan dengan tujuan.

Cara Kerja Agentic Workflow

  1. Untuk Agentic Workflow, tentukan tujuan dan ruang lingkup agentic sebelum memilih tool atau metode.
  2. Siapkan input yang relevan seperti dataset, prompt, dan data pendukung lainnya.
  3. Jalankan proses dengan kriteria keberhasilan dan penanggung jawab yang jelas.
  4. Review hasil melalui accuracy, relevance, lalu dokumentasikan perbaikannya.

Manfaat dan Kegunaan

  • Memberi dasar yang lebih jelas untuk menentukan prioritas berdasarkan dampak, bukan asumsi.
  • Mengurangi pekerjaan ulang akibat keputusan yang tidak terdokumentasi atau definisi yang berbeda.
  • Membuat hasil Agentic Workflow dapat ditinjau bersama indikator seperti accuracy, relevance, dan hallucination rate.
  • Membuat definisi dan ruang lingkup Agentic Workflow lebih konsisten ketika digunakan oleh beberapa tim.

Penerapan dalam Bisnis

Agentic Workflow berguna ketika tim customer service ingin chatbot menjawab berdasarkan knowledge base perusahaan. Gunakan model card untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui accuracy dan relevance.

Contoh Agentic Workflow

Misalnya, tim customer service ingin chatbot menjawab berdasarkan knowledge base perusahaan. Tim terlebih dahulu menetapkan baseline dan kriteria sukses, kemudian menggunakan Agentic Workflow untuk satu bagian proses. Setelah data cukup, mereka meninjau hallucination rate serta safety rate dan memasukkan keputusan lanjutan ke evaluation set.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan Agentic Workflow tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.
  • Tidak menentukan pemilik tindakan sehingga temuan berhenti sebagai laporan tanpa perbaikan.
  • Memulai dari tool atau fitur sebelum menjelaskan masalah dan hasil yang ingin dicapai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Agentic Workflow?

Agentic Workflow adalah urutan langkah, aturan, data, dan tanggung jawab yang digunakan untuk menjalankan agentic secara konsisten dari pemicu hingga hasil akhir.

Apa kesalahan umum saat menggunakan Agentic Workflow?

Kesalahan yang sering terjadi adalah menerapkan Agentic Workflow tanpa tujuan dan baseline, mencampur data yang tidak sebanding, serta mengubah terlalu banyak faktor sekaligus.

Kapan Agentic Workflow perlu diprioritaskan?

Agentic Workflow layak diprioritaskan ketika masalah sudah berdampak pada hasil, menimbulkan pekerjaan ulang, atau membuat tim sulit membedakan kondisi normal dengan anomali. Prioritas sebaiknya ditentukan dari dampak dan bukti, bukan tren.