Chat via WhatsApp
Kamus Digital Webside.id

Apa Itu Accessibility Research?

Accessibility Research adalah proses mengumpulkan dan menganalisis bukti tentang accessibility untuk memahami kebutuhan, perilaku, masalah, dan peluang.

Pengertian Accessibility Research

Accessibility Research adalah proses mengumpulkan dan menganalisis bukti tentang accessibility untuk memahami kebutuhan, perilaku, masalah, dan peluang. Penggunaan Accessibility Research sebaiknya dimulai dari masalah yang jelas. Bagi UX researcher, designer, product manager, dan developer, istilah ini berguna untuk membedakan tujuan, proses, indikator, dan risiko dalam riset pengguna, alur tugas, desain antarmuka, aksesibilitas, dan usability.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas user needs, task flow dan prototype. Evaluasi tidak cukup berhenti pada satu angka; task completion, time on task dan error rate perlu dibaca bersama konteks perubahan dan dampaknya terhadap pengguna atau bisnis.

Cara Kerja Accessibility Research

  1. Untuk Accessibility Research, tentukan tujuan dan ruang lingkup accessibility sebelum memilih tool atau metode.
  2. Siapkan input yang relevan seperti user needs, task flow, dan data pendukung lainnya.
  3. Jalankan proses dengan kriteria keberhasilan dan penanggung jawab yang jelas.
  4. Review hasil melalui task completion, time on task, lalu dokumentasikan perbaikannya.

Manfaat dan Kegunaan

  • Memudahkan evaluasi karena perubahan dapat dibandingkan terhadap baseline dan indikator yang disepakati.
  • Membantu mendeteksi risiko lebih awal sebelum berdampak pada pengguna, biaya, atau stabilitas proses.
  • Membuat hasil Accessibility Research dapat ditinjau bersama indikator seperti task completion, time on task, dan error rate.
  • Membantu memisahkan masalah data, proses, teknologi, dan keputusan sehingga perbaikannya lebih tepat sasaran.

Penerapan dalam Bisnis

Salah satu konteks praktis Accessibility Research adalah saat fitur baru terlihat menarik tetapi pengguna sulit menemukan cara menggunakannya. Gunakan journey map untuk menyamakan konteks, data, dan keputusan yang akan diambil. Hasilnya dapat ditinjau melalui task completion dan time on task.

Contoh Accessibility Research

Contohnya, desain mobile dan desktop memiliki prioritas informasi yang tidak konsisten. Tim mendokumentasikan kondisi awal dalam research report, menerapkan Accessibility Research pada ruang lingkup terbatas, lalu membandingkan error rate dengan conversion rate. Hasil dan alasan perubahan dicatat pada design system sebelum pendekatan diperluas.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menerapkan Accessibility Research tanpa menjelaskan tujuan, baseline, dan keputusan apa yang akan dipengaruhi.
  • Mengejar satu metrik sambil mengabaikan kualitas, biaya, pengalaman pengguna, atau risiko.
  • Tidak menyimpan log, baseline, atau catatan perubahan sehingga masalah yang sama sulit ditelusuri.
  • Mengubah terlalu banyak faktor sekaligus sehingga penyebab peningkatan atau penurunan hasil tidak diketahui.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Accessibility Research?

Accessibility Research adalah proses mengumpulkan dan menganalisis bukti tentang accessibility untuk memahami kebutuhan, perilaku, masalah, dan peluang.

Data apa yang dibutuhkan untuk menerapkan Accessibility Research?

Kebutuhan datanya bergantung pada konteks, tetapi biasanya mencakup user needs, task flow, serta baseline hasil. Pastikan definisi dan periode data konsisten sebelum menarik kesimpulan.

Bagaimana cara mengevaluasi Accessibility Research?

Evaluasi Accessibility Research dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tindakan. Gunakan task completion, time on task, dan satu indikator kualitas agar hasil tidak dinilai dari satu metrik saja.